Saturday, December 15, 2012

True Dream - Kim So Eun and Kim Shang Bum (Part 2)




Pairing : Kim Shang Bum and Kim So Eun 
By : Carly
Attention : Ini hanya fanfiction yang Carly buat. Semoga kalian menikmati ceritanya :)


True Dream
                         Kim So Eun masih ragu dengan apa yang sedang ia pikirkan sekarang. Tidak mungkin, itu pasti bukan dia, pikirnya. “Aku rasa kau salah orang. Mungkin namaku sama dengan nama temanmu itu. Aku.. Tidak pernah mengenalmu sebelumnya,” kata-kata So Eun membuat Kim Bum terus menatapnya. “Benarkah? Kurasa ini benar-benar kau,” Kim Bum sangat yakin kalau So Eun adalah teman masa kecilnya dulu. So Eun hanya terdiam dan suasana tiba-tiba menjadi sangat sunyi. “Apa.. Impianmu masih sama seperti dulu? Belajar melukis di Amerika dan menjadi seorang pelukis professional. Apa jangan-jangan kau sudah merubah impianmu itu?” Kim Bum memulai pembicaraan lagi dengan berbagai pertanyaan yang membuat Kim So Eun menyadari sesuatu. Itu tidak mungkin! Bagaimana bisa dia mengetahui impianku? So Eun terus berpikir tanpa menyadari kalau daritadi Kim Bum memperhatikannya dan tersenyum tipis melihat wajah lugu So Eun yang kebingungan itu.
                         “Kenapa kau diam saja? Sudah ingat aku belum?” tanya Kim Bum yang daritadi menunggu kata-kata yang akan diucapkan So Eun. “Kau..” belum selesai kata-kata yang akan diucapkan So Eun, Kim Bum langsung mengatakan sesuatu. “Kim Boong Bum, kau ingat dengan nama itu?” So Eun sangat terkejut dan ternyata apa yang ia pikirkan dari awal benar! Kim Bum adalah teman kecilnya yang selalu ada bersamanya. Kim Boong Bum adalah nama panggilannya saat ia masih kecil. Dulu rumah mereka bersebelahan dan keluarga mereka sangat akrab satu sama lain seperti kerabat dekat. Akan tetapi, karena dari dulu So Eun dan Kim Bum tidak pernah satu sekolahan, So Eun tidak pernah mengetahui nama asli Kim Bum.
                         Kim Bum menjelaskan mengenai nama panggilan kecilnya itu. Mata So Eun terlihat berlinang-linang. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Kim Boong Bum oppa-nya itu. “Aku.. Aku sangat merindukanmu. Aku berharap bisa bertemu denganmu lagi, dan sekarang harapanku terwujud. Aku benar-benar bahagia bisa melihatmu lagi, So Eun,” Kim Bum memegang kedua pundak So Eun sambil menatapnya. “Apa kau merindukanku?” tanyanya. Kim So Eun menganggukkan kepalanya yang berarti dia juga merindukan oppa-nya itu. Kim Bum memeluknya dengan hangat dan air mata So Eun akhirnya pun turun membasahi sweater yang dikenakan Kim Bum.
***
                         Di kelas musik, terdapat seseorang yang sedang memainkan gitarnya. “Bagaimana, kau suka dengan lagu ciptaanku?” tanya seorang pria kepada kekasihnya, Shin Min Ah. “Aku sangat menyukainya, lagunya sangat romantis,” jawab Min Ah. Kekasihnya adalah seorang pria yang sangat hebat memainkan alat musik. Hampir semua alat musik dapat ia kuasai. Namanya adalah Lee Seung Gi. Seung Gi sering sekali menciptakan lagu khusus untuk Min Ah, sebaliknya Min Ah juga sering melukis kekasihnya itu. Mereka memang pasangan yang sangat cocok. “Lalu, bagaimana menurutmu?” tanya Lee Seung Gi kepada Jung Il Woo. Dari tadi Il Woo hanya terdiam melamun memikirkan sesuatu. Apa yang sedang mereka bicarakan sekarang? pikirnya. Dia memikirkan So Eun yang tiba-tiba saja tadi tangannya ditarik oleh juniornya, Kim Bum. Lee Seung Gi dan Shin Min Ah hanya memperhatikannya dengan heran.
                         Tok tok tok.. Suara ketukan pintu terdengar dari luar kelas musik dan seseorang mengintip dari balik pintu. “Apa aku boleh masuk?” izin Kim Bum yang masuk bersama So Eun. Mereka membuat Il Woo berhenti dari kemelamunannya.“Ah, So Eun. Ayo kemari,” ajak Min Ah. Dia memperkenalkan kekasihnya, Lee Seung Gi. “Annyeonghaseo. Jonen Kim So Eun imnida,” sapa So Eun dengan sopan. “Annyeonghaseo. Jonen Lee Seung Gi imnida. Senang bisa bertemu denganmu,” sambutan hangat dari Seung Gi. “Apa kau sudah berkeliling sekolah ini?” tanya Seung Gi. “Sudah kok. Kim Bum oppa  yang menemaniku berkeliling tadi,” jawaban So Eun membuat kecewa Il Woo, tertampak jelas diwajahnya. Padahal Il Woo ingin sekali menemani So Eun berkeliling sekolah.
                         Jung Il Woo mengajak Kim So Eun keluar kelas. Dia ingin mengetahui apa yang So Eun bicarakan dengan Kim Bum tadi. So Eun menceritakan semuanya. Jadi mereka sudah bertemu sejak mereka masik kecil, pikir Il Woo. Il Woo merasa cemburu. Dia takut kehilangan perhatian So Eun yang selama ini ia dapatkan darinya.
***
                         Hari demi hari Kim Bum dan So Eun terus bersama. Mereka terlihat seperti dulu lagi. Bermain atau mengerjakan segala hal bersama-sama. Mereka juga melukis bersama dengan gembira. Dugaan Il Woo benar. Waktu untuk bersama-samanya dengan So Eun berkurang. Maka itu, dia mengajak So Eun untuk pergi bersama pagi ini. Tentunya tanpa bersama Kim Bum.

                         Seorang pria menunggunya di taman hiburan. So Eun langsung menemui pria itu. “Oppa..” panggilnya. “Kau sudah datang? Hari ini kau terlihat cantik sama seperti biasanya,” kata-kata Il Woo membuat pipi So Eun merah merona. So Eun memakai kaos merah, jeans hitam, tas hitam kecil yang lucu, flat shoes dan tentunya ia memakai sweater merah karena saat ini udara di Seoul sangat dingin. Il Woo memegang tangan So Eun dan mengajaknya bermain di taman hiburan itu. Mereka lewati hari ini dengan riang gembira.
                         Di hari itu, Il Woo mengungkapkan perasaannya kepada So Eun dan berharap So Eun mempunyai perasaan yang sama sepertinya. Ia ingin selalu berada disamping So Eun. Mereka duduk di bangku taman. “So Eun..” jantung Il Woo berdebar-debar sehingga membuatnya susah berbicara. “Iyah? Ada apa?” tanya So Eun. “Apa ada yang salah dengan wajahku? Kenapa kau memperhatikan wajahku seserius itu?” lanjut So Eun. “Ahh, tidak ada yang salah dengan wajahmu kok. Aku.. hanya ingin berbicara serius denganmu,” Il Woo sudah menenangkan detak jantungnya dan akan mengungkapkan perasaannya. “Oppa, hal apa yang ingin kau tanyakan sehingga membuatmu seserius ini?”
                         Suasana mendadak menjadi serius, seakan-akan hanya ada mereka berdua saja di taman itu. “Orang yang sudah saling mengenal lama pasti akan mempunyai perasaan tertentu. Baik itu sayang ataupun cinta. So Eun, kita sudah mengenal satu sama lain. Aku.. mempunyai perasaan itu kepadamu.” So Eun mendengarkannya dan mengatakan, “oppa, aku tahu kau menyayangiku. Aku pun juga menyayangimu.” “Tidak.. Bukan sayang. Tapi cinta.. So Eun, aku mencintaimu,” Il Woo menggenggam tangan So Eun. So Eun terdiam.. Tetapi tidak lama kemudian ia mengatakan sesuatu. “Mianhe, oppa.. Aku hanya menyayangimu. Aku sudah menganggapmu sebagai kakakku. Mianhe..” Il Woo melepaskan genggamannya, dia tahu ada seseorang di hati So Eun. Dan itu bukan dia.
                         Dari kejauhan, dengan ketidaksengajaannya, Kim Bum mendengar perbincangan mereka. Dia mengetahui bagaimana perasaan Jung Il Woo kepada Kim So Eun. Sebenarnya dia sudah menduga sejak pertama kali ia melihat tatapan Il Woo kepada So Eun saat masuk ke sekolah ‘Art School’.
                         Sejak saat itu Kim Bum tidak pernah masuk sekolah dan memberi kabar sedikitpun. So Eun sangat khawatir terhadapnya. Berkali-kali ia menelepon dan mengirimkan pesan kepada Kim Bum tetapi handphone-nya tidak pernah aktif dan pesannya tidak pernah dibalas. Handphone So Eun tidak pernah lepas dari genggamannya sebelum mendapatkan kabar dari Kim Bum. Apa dia marah padaku? Apa yang telah aku lakukan? Apa yang terjadi dengannya? Mengapa dia seperti ini? Tolong beritahu aku apa yang terjadi, batin So Eun bertanya-tanya dengan penuh kekhawatiran.


(to be continued)

***********************************************

1 comment:

  1. huaaa... bumpa cemburu... kekekek...
    sabar sso...

    ReplyDelete


Fluttershy - Working In Background